Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 November 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

MACET DALAM MENULIS DISERTASI? INI TIPSNYA

PROF. TOHO: INI RAHASIANYA KETIKA MACET DALAM MENULIS DISERTASI 


Saya berharap teman-teman sekalian, kami bertiga ini (Prof  Eko, Dr Wahyudi dan saya ) ingin membantu teman-teman untuk supaya lancar studinya.

Saya tidak hanya sekedar untuk memberi nilai, tapi malah kami dorong agar  memiliki perilaku-perilaku atau budaya kemandirian sebagai mahasswa S3 yang akan menjadi pakar Doktor Manajemen Pendidikan.

Demikianlah ucap Prof Toho saat  memberi suntikan motifasi pada mahasiswa S3 MP Unesa di 10 menit terakhir sebelum kuliah Metodologi Penelitian usai, Sabtu 08 November 2014 (R.103).

Lebih lanjut Prof Toho mengatakan bahwa jikalau anda kesulitan dan terjadi kemacetan menulis disertasi maka anda harus:
Ø  Terlebih dahulu temukan kajian/tema study anda, maunya menjadi  apa kelak setelah jadi doktor? Anda harus temukan itu, mau jadi pakar/ahli bidang apa nantinya
Ø  Segera lakukan sesuatu (do something now), anda harus melawan diri sendiri (self denial)
Ø   Budayakan membaca, baca bacaan yang relevan.

Ø  Harus menjadi mentor bagi pembimbingmu.


Camkan apa yang bapak katakan ini, you akan mudah untuk menulis disertasi, pasti tidak sulit untuk menulis. Kalo you bisa lakukan itu maka you are the best, you are the winner.

Jadi, intinya mahasiswa yang saya bimbing, pak Eko bimbing, pak Wahyudin bimbing harus the best..! Setujuuuu?, 
Demikian kata Prof Toho menegaskan sekaligus mengakhiri wejangannya.
Dengan kompak para calon pakar yang hadir membalas dengan suara yakin “SETUJUUUU” sambil sorak tepuk tangan. Hehhehehe

Monggo ditambah….jika ada wejangan yg belum tertuliskan..!



Sabtu, 11 Oktober 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

APAKAH GAYA KEPEMIMPINAN = KEPRIBADIAN ANDA ?

Setiap pribadi manusia adalah pemimpin, baik sebagai pemimpin bagi dirinya sendiri, keluarga, lingkungan maupun bangsa dan negara.
Berbicara kepemimpinan ini sangat erat kaitannya dengan kepribadian.

"Jati diri anda tidak akan pernah bisa berubah seperti idola anda. Demikian pula dengan gaya kepemimpinan anda, tak akan pernah bisa lepas dari kepribadian dasar anda".

Hal tersebut diatas dipertegas oleh dosen saya, Prof.Dr. Suryanto,M.Psi saat kuliah perdana program doktoral S3 PSDM mata kulah Komunikasi dan Kepemimpinan hari ini Sabtu, 11 Oktober 2014 Ruang 105 gedung Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa seorang pemimpin itu tidak lepas dari kepribadiannya. Kita ambil contoh Menteri Pendidikan Nasional Muh.Nuh, gaya kepemimpinan yang diterapkan saat menjadi Mendiknas tidak jauh beda saat jadi pimpinan aktif dikampus di Surabaya, ujarnya.

Ada 4 (empat) gaya kepemimpinan berdasarkan kepribadian seseorang.
Keempat gaya kepemimpinan itu adalah :

1. Gaya Kepemimpinan Karismatis
2. Gaya Kepemimpinan Diplomatis
3. Gaya Kepemimpinan Otoriter
4. Gaya Kepemimpinan Moralis

Saat ini teori-teori mengenai pembahasan gaya kepemimpinan semakin berkembang, namun ada 3 (tiga) gaya kepemimpinan yang pertama kali dikemukakan oleh Lippit antara lain:
  • Gaya Kepemimpinan Otokratis :  Gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh.  Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
  • Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic:  Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
  • Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire:  Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.


Selengkapnya bisa download klik  DISINI



Sabtu, 04 Oktober 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

ANAK NEGERI BERHAK KEJAR CITA SETINGGI MUNGKIN

Jadi Inspirator di KI Surabaya, Rasanya Ingin Mengulang Masa Kecilku.
Kelas Inspirasi atau disingkat KI merupakan solusi bagi para profesional Indonesia yang ingin berkontribusi dengan mengajar di sekolah, di dalam maupun di luar lingkungannya. Hal ini membuka pintu interaksi positif antara kaum profesional dengan sekolah tempat dia berpartisipasi. Partisipasi para profesional tersebut dalam bentuk kerelaan untuk izin tidak bekerja/tidak kuliah atau mengambil cuti sehari demi berbagi pengalamannya kepada  para siswa. Kerelaan tersebut merupakan partisipasi berbasiskan individu, bukan kepentingan institusi tempat dia berprofesi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian dan kesadaran pribadi terhadap pendidikan masih tinggi.
KI ini sungguh bernilai positif  baik bagi sekolah, khususnya para siswa, bagi para relawan itu sendiri, juga bagi perkembangan pendidikan. Melalui kelas inspirasi ini para siswa dapat termotivasi untuk meraih cita-citanya dengan lebih bersemangat melalui tekun belajar, berusaha dan berdoa guna menyongsong masa depan yang lebih cerah.

Sekilas ceritaku di kelas inspirasi Surabaya:
Hari itu, Senin 29 September 2014 setelah beristrahat malam sekitar 2 jam, aku harus bangun lagi tepat pukul 04.30 WIB untuk mempersiapkan diri menjadi salah satu inspirator/relawan kelas inspirasi Surabaya di SDN Margorejo 1 Kecamatan Wonocolo Surabaya Jawa Timur.
Hari sudah pagi, matahari sudah mulai menampakkan diri, dengan keikhlasan dan semangat yang aku miliki, tepat pukul 06.00 melangkahkan kaki dari rumah (Kenjeran) menuju lokasi.
Sesuai kesepakatan dan pemberitahuan dari fasilitator kelas inspirasi (mba’ Izam/Dwi), bahwa kami  akan kumpul di SDN Margorejo 1 pukul 07.00 WIB. Dan akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit, tibalah aku di SDN Margorejo 1 yang saat itu tampak para guru dan murid tengah berbaris upacara apel pagi.

Sambil memperhatikan upacara yang sedang berlangsung dari luar pagar, saya mencoba memastikan posisi teman-teman tim kelas inspirasi lainnya. Kelihatannya aku yang paling pertama tiba dilokasi, saya mencoba mengontak mbak Indah melalui pesan singkat (sms), sekaligus memberitahu kalau aku sudah berada di lokasi SDN Margorejo 1. Menunggu beberapa menit namun tak kunjung datang juga balasan sms dari mbak Izam. Dalam hatiku berkata: mungkin mbak’ Izam kemungkinan sedang diperjalanan, jadi tidak dengar kali ya bahwa ada pesan smsku masuk hehehhe.

Selang beberapa waktu kemudian, tiba-tiba aku melihat dan mengalihkan perhatian kepada seorang perempuan yang sedang berdiri di dekat pintu pagar masuk SD, tanpa pikir panjang aku perlahan menghampiri dan meyakini bahwa dia salah satu teman tim relawan. Saya mencoba mendekat, dengan tanpa basa basi aku langsung menegur dan bertanya, apakah mbak dari tim kelas inspirasi? Dan ternyata dugaan saat tidak meleset, dengan wajah senyum bersahabat sambil mengulur berjabat tangan, dijawabnya: oh iya benar.. aku “Dwi”.

Sambil menunggu teman lain, saya dan Dwi memutuskan untuk masuk kedalam lebih dahulu untuk menemui Kepala Sekolah, yang saat itu juga upacara baru saja selesai.
Sungguh senang rasanya, Ibu Asri Sukaria (Kepsek) menyambut kami dengan hangat, mempersilahkan duduk sambil menikmati snack yang disediakan diatas meja. Tak lama berselang kemudian, akhirnya teman-teman tim relawan pada berdatangan (mbak’ Izam & mbak’ Dian) hingga menjadi lengkap semuanya ketika mas Diki sang fotografer tercakep datang.

Tiba saatnya kami beraksi, berharap dapat menginspirasi adik-adik yang masih mengenyam pendidikan dasar.
Sempat membuat saya terharu karena kami dapat berkumpul dari berbagai profesi tetapi menjadi lebur dalam satu kepentingan bersama menginsipirasi adik-adik SD dan membangun mimpi mereka.
Dengan didampingi oleh ibu Kepala sekolah, kami memasuki kelas di lantai 2 (dua) yang sebelumnya oleh bapak ibu guru telah mengarahkan adik-adik siswa kelas VI (enam) untuk mengambil posisi lebih dahulu dalam ruangan tersebut, setelah itu nanti akan bergantian sesi dengan adik-adik siswa kelas V (lima).
Memasuki kelas dihari itu sungguh pengalaman berharga yang tidak bisa saya lupakan. Dengan sapaan hangat bersahabat kepada adik-adik yang berada didalam kelas, ibu kepala Sekolah membuka sebagai pengantar, sekaligus menyampaikan bahwa sebentar lagi dari kelas inspirasi Surabaya akan berbagi cerita pengalaman masing-masing tentang profesi dan aktifitas yang sedang dijalani hingga saat ini.

Akhirnya kami memulai. Sesuai kesepakatan bersama tim relawan, tiba giliran saya yang mengawali untuk berbagi inspirasi. Saya awali dengan perkenalan.
Wow..sungguh luar biasa adik-adik disaat itu, mereka kelihatan pintar-pintar. Saya katakan demikian bukan tanpa alasan. Aku sempat tertegun dan kaget melihat mereka di saat aku baru awal-awal memperkenalkan diri dengan melempar pertanyaan tentang asal daerah saya. Baru memulai ngomong bahwa saya bukan asli Surabaya, tiba-tiba seorang adik laki-laki yang duduk dibarisan sebelah kanan menyahut dengan spontan berkata: “Medan..!”, sungguh aku kaget koq bisa ditebak gitu ya. Tanpa pikir panjang lagi, dengan segera meresponi dan mengapresiasi apa yang dikatakannya, langsung saya hampiri dan berkata betul dik, kak Firman asalnya dari Medan lebih tepatnya Nias, sambil mengancungkan jempol sebagai tanda pujian pada adek tersebut. Namun sampai saya menulis ini, sebenarnya aku masih penasaran koq bisa yach adek itu tahu? padahal itu pertama kalinya aku datang di SD itu loh, atau mungkin ditebak dari khas suaraku kali ya…hehhehe.


ANAK-ANAK NEGERI BERHAK KEJAR CITA-CITA SETINGI-TINGGINYA.

Secara pribadi, berada diantara mereka saat itu seolah merasakan kembali semangat masa kecil, riuh ruangan kelas, hingga pertengkaran-pertengkaran kecil.
Wajah-wajah mereka semakin tampak berseri ketika saya bertanya siapa diantara adik-adik yang punya cita-cita? Tak satupun yang tidak meresponi, semuanya mengangkat tangan sambil berkata “sayaaaaa…”.

Mereka punya cita-cita yang sungguh luar biasa,  bahkan ketika aku minta untuk menuliskan cita-citanya masing-masing di sebuah lembaran kartu cita-cita yang sudah saya siapkan (seperti tampak pada gambar slide ppt diatas), bahkan ada yang bertanya, apakah kami boleh menuliskan lebih dari satu cita-cita? sambil tersenyum saya mengatakan boleh, kalian semua berhak bercita-cita apa saja, silahkan tuliskan cita-cita yang diimpikan.

Wow..ternyata sungguh banyak dan bervariasi cita-cita yang mereka tulis di lembaran itu, mulai dari menjadi tenaga kesehatan(seperti Perawat, Dokter, Bidan, Ahli Gizi, Apoteker), tenaga pendidikan(seperti Dosen, Guru),Pengacara, Notaris,Polisi, Tentara,Jurnalis, Wartawan, Penulis, Pembicara,Pengusaha/Owner, Wiraswasta, Pebisnis (Business man),Artis, Penyanyi, pemain Film,Pilot, Kapten, ada juga yang bercita-cita menjadi Pemimpin(seperti Presiden, Gubernur, Bupati, Rektor, Kepala Sekolah) dan bahkan tidak sedikit juga yang bercita-cita sekolah setingi-tingginya.

Mendengar dan melihat cita-cita luar biasa yang mereka tuliskan itu saya langsung terbakar semangat untuk segera memberi penguatan bahwa cita-cita yang mereka impikan pasti bisa dicapai.
Dengan bantuan slide power point, aku bercerita sambil menunjuk gambar (yang no.1) bahwa kak Firman pernah seperti adik-adik. “Saya dulu pun pernah duduk seperti adik-adik sekarang ini ketika masih duduk di SD,”.
Sebelum menjadi seperti saat ini sebagai Dosen, Jurnalis & juga Owner, semua jenjang pendidikan kak Firman jalani mulai tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi S1, S2 hingga saat ini bisa sekolah Doktor S3 yang merupakan sekolah terakhir, sekolah tertinggi di dunia.

“Semua ini saya peroleh melalui proses belajar. Jadi saya berharap agar adik-adik sekalian untuk belajar dengan sungguh-sungguh, jujur dan displin.

Selain itu juga adik-adik harus ta’at dan hormat pada orangtua dan guru, juga saling menyayangi dan menghargai teman, sebab teman merupakan saudara untuk berbagi rasa dan teman berdiskusi.
“Di samping itu kita ini merupakan mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya. Untuk itu jangan pernah sekalipun menyakiti hati teman.

Saya sangat senang melihat mereka sangat antusias mendengar penjelasan yang saya sampaikan. Mereka mendengarkan dengan seksama, tampak suasana kelas menjadi sangat hidup, barangkali karena kami orang luar yang mengajar dikelas menjadi sebuah fenomena baru yang mereka alami hari itu.
Setelah saya jelaskan semuanya tentang aktifitas sehari-hari saya sebagai mahasiswa S3, Dosen, Jurnalis & Owner, dibagian akhir saya beri kesempatan mereka bertanya.
Seru sekali…sungguh banyak pertanyaan seputar cita-cita yang mereka impikan kelak.
Ada yang bertanya apa dia boleh jadi dosen?, bahkan ada yang minta untuk diceritain bagaimana cara agar bisa sekolah setinggi-tingginya, sekolah doktor S3 seperti kak Firman?.

Sebelum menjawab pertanyaan mereka, sambil tersenyum saya mengajak mereka semua untuk berdiri ditempat. Dengan panduan, saya meminta mereka menjawab yel-yel cita-cita. Ketika saya katakan Apa cita-citamu? Maka mereka harus menjawab sesuai cita-citanya masing-masing (……………), trus setelah itu saya lanjut dengan kata Apa Bisa? dengan sambil mengepalkan kepalan tangan mereka masing-masing dan seolah melompat tinggi keangkasa, mereka harus menjawab,  AKU PASTI BISAAAAA..!


BAGAIMANA AGAR SUKSES MERAIH CITA-CITA?
Sebagai contoh, saya ingat ketika masuk sekolah SMA di Tuhemberua-Nias. Waktu itu sekolah SMA yang dekat kampung saya belum ada sehingga kalau mau lanjut sekolah terpaksa harus menempuh jarak sekitar 20 KM ke ibukota kecamatan. Waktu itu karena keterbatasan ekonomi keluarga, setiap hari jam 5.00 subuh ibu saya selalu mendorong dan dengan sabar menyediakan obor sebagai penerang jalan agar saya tetap sekolah dengan jalan kaki melewati hutan yang gelap dan penuh keheningan. Belum lagi ketika musim hujan tiba, berkali-kali saya harus melewati menyeberangi banjir sungai karena rumah saya berada diseberang sungai. Saya harus sampai di sekolah tepat waktu untuk mengikuti pelajaran yang diberikan oleh bapak ibu guru.

Jujur saja, itu bukan pekerjaan yang menyenangkan. Ada kalanya saya begitu lelah dan merasa merinding dan takut melewati hari yang masih gelap dan banjir yang cukup mengancam. Tetapi saya sadar, menyerah bukan pilihan yang tepat karena saya punya tekad untuk sekolah setingi-tingginya. Lalu apa yang membuat saya terus bertahan, bahkan mampu melakukannya penuh dengan senyuman?

Jawabannya dua kata yaitu: “disiplin diri”. Saat itu saya sering berdialog dengan diri saya sendiri. Saya membayangkan bahwa suatu hari kelak saya akan menjadi orang sukses. Saya membayangkan berdiri didepan orang banyak untuk berbagi sesuatu tentang kisah hidup saya yang menginspirasi banyak orang.

Pada saat melihat bapak ibu guru sedang berdiri didepan kelas membagikan sesuatu ilmu kepada anak didiknya, saya membayangkan saya lebih dari itu. Saya menembus waktu dan ruang. Saya melihat Firman Telaumbanua masa depan.

Itulah salah satu pengalaman saya tentang kekuatan visualisasi atau gambaran masa depan. Memang sampai saat ini saya belum diprofilkan, tetapi harapan dan gambaran besar itu terus memacu saya untuk terus melangkah maju.
Apakah kelak wajah saya berhasil menghiasi indonesia? Saya tidak tahu. Tetapi saya tahu satu hal, bahwa visi, harapan dan gambaran besar itu terus memacu langkah saya untuk terus berkarya.

Salam hangat, terimakasih semuanya,
Salam Inspirasi.

@@@
Kelas Inspirasi Surabaya - Jawa Timur.  
Kelompok Tim KI SDN MARGOREJO 1  SURABAYA 
Fasilitator 
Izam Ainie  :  (UNESA)
Dwi Indah  :  (ITS)

Inspirator/Pengajar 
Dian Permatasari       : Pegawai Bank
Firman Telaumbanua  : Mahasiswa

Photographer
Diki          : Karyawan Swasta

Jumat, 12 September 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Ceritaku di Kuliah Perdana S3 Manajemen Pendidikan Unesa 2014

Akhirnya mahasiswa baru Angkatan  2014 prodi S3 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengikuti kuliah perdana di Gedung K-02.02.04 hari ini, Jum’at (12/09/2014). 

Mahasiswa baru yang insya Allah akan menjadi pakar/doktor Manajemen Pendidikan ini disambut hangat dengan kuliah perdana oleh Pembina mata kuliah Supervise Pendidikan, Prof. Dr. Made Pidarta dan mata kuliah Filsafat Manajemen oleh Dr.Totok Suyanto, M.Pd.


Sungguh penuh kebahagiaan saya rasakan di kuliah perdana S3 MPD Unesa ini. Walaupun secara waktu belum lama mengenal dan bertemu dengan teman-teman/calon pakar alias para senior hebat ini, namun ketika mendengar dan bertatap muka dengan mereka, seolah saya mendapat pantulan semangat yang berkobar-kobar untuk tetap melangkah berjuang meraih cita-cita menjadi Doktor Manajemen Pendidikan.
Kelihaian para calon pakar management pendidikan ini, sepertinya sudah mulai terlihat di kuliah perdana ini. Sembari menunggu dosen dan mengisi mata kuliah yang kosong MK Wawasan Manajemen Pendidikan, kami mencoba memanage waktu yg ada untuk digunakan sebagai sesi perkenalan. 

Luar biasa…secara pribadi sungguh berkesan dan merasa ceria saat mendengarkan cerita satu per satu tentang perjuangan hidup mulai dari zaman batu hingga akhirnya terdampar dan mau melanjutkan S3 Doktor MPD di Unesa hehhee.









Acara perkenalan ini lebih seru lagi ketika bunda bu Tri Woro Purnoningrum dan pak Muhamat Saikhu bercerita sambil memberikan humor yang Jossss gandossss (istilah bunda bu Peni Priyono hehehe) membuat para peserta bisa ketawa super haqhahqhaq.

Ketika giliran pak Adi Faridh tengah berkenalan dan bercerita, sesi perkenalan ini terpaksa terhenti dan bersambung dilain waktu karena dosen mata kuliah Filsafat Manajemen Dr.Totok Suyanto, M.Pd tiba di kelas.
Ceritanya bersambung ya kwkkwk………….



==================================================================
BERIKUT NAMA MAHASISWA S3 DOKTOR MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA T.A  2014
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
N I M 147976003 Nama Mahasiswa RACHMIE SARI BASO
N I M 147976004 Nama Mahasiswa MOH. MUZAQI, S.PD, M.SI
N I M 147976006 Nama Mahasiswa RISTIWI PENI
N I M 147976007 Nama Mahasiswa MUHAMAT SAIKHU
N I M 147976008 Nama Mahasiswa AGUS SALIM,SH, MSC.
N I M 147976010 Nama Mahasiswa SUBIANTO KAROSO
N I M 147976011 Nama Mahasiswa MOHAMMAD ARIFANA
N I M 147976012 Nama Mahasiswa ADI FARIDH
N I M 147976013 Nama Mahasiswa RUDIZON BUDIMAN DOKO PATTY
N I M 147976014 Nama Mahasiswa ULIL MULTAZAM
N I M 147976015 Nama Mahasiswa AMIRUDDIN
N I M 147976016 Nama Mahasiswa BUDI TRI
N I M 147976017 Nama Mahasiswa SUGITO
N I M 147976018 Nama Mahasiswa RINAWATI
N I M 147976019 Nama Mahasiswa EFIE WIDJAJANTI
N I M 147976001 Nama Mahasiswa FIRMAN TELAUMBANUA
N I M 147976002 Nama Mahasiswa LAILI RACHMAWATI
N I M 147976005 Nama Mahasiswa BACHTIAR HARIYADI
N I M 147976009 Nama Mahasiswa TRIWORO PARNONINGRUM

Sabtu, 08 Februari 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Bila Ingin Sukses Harus Jadi Orang Bodoh.



Ternyata ada fakta mengejutkan tentang nasib orang bodoh yang kemungkinan bisa sukses dan kaya.
Lucu sih, tapi masuk akal juga bila kita cerna. Coba anda simak fakta berikut ini.

Orang Bodoh vs Orang Pintar
- Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis
- Agar bisnis berhasil, ia merekrut orang pintar
- Alhasil, boss orang pintar adalah orang bodoh
- Orang bodoh sering melakukan kesalahan
- Maka dia merekrut orang pintar untuk memperbaiki yang salah
- Alhasil, orang bodoh memerintah orang pintar untuk keperluannya.
- Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah dan mencari kerja.
- Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayar orang pintar
- Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar.
- Alhasil orang pintar menjadi staf orang bodoh
- Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang pintar yang bekerja
- Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pintar akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang.
- Sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
- Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan duit
- Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan pekerjaan
- Bill Gates, Dell, Henry Ford, Liem Swie Liong tidak pernah dapat S1, tapi menjadi kaya.
- Ribuan orang pintar bekerja untuk mereka
- dan ribuan jiwa keluarga bergantung pada mereka.

PERTANYAAN :
- Lebih baik jadi orang pintar atau orang bodoh?
- Lebih pintar mana, orang pintar atau orang bodoh?
- Mana yang lebih susah, orang pintar atau orang bodoh?

KESIMPULAN :
- Jangan lama-lama jadi orang pintar
- Jadilah orang bodoh yang pintar, daripada jadi orang pintar yang bodoh
- Kata kuncinya adalah 'risiko' dan 'berusaha'.
- Karena orang bodoh berpikir pendek, maka dia bilang risikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar risiko betul-betul kecil.
- Orang pintar berpikir panjang, maka dia bilang risikonya besar, selanjutnya dia tidak berusaha mengambil risiko tersebut, dan mengabdi pada orang bodoh.

Di manakah posisi kita saat ini?
Berhentilah meratapi keadaan kita yang sekarang. Ini hanya sebuah refleksi dari semua retorika dan dinamika kehidupan. Semua pilihan dan keputusan ada di tangan kita untuk mengubahnya. Semoga artikel ini dapat menginspirasi.